Seringkali kita mendapat larangan-larangan dari orang tua kita untuk berhati-hati dalam memilih makanan karena begrbagai alasan tertentu. Hal itu memang benar, sebagai remaja yang cerdas, ada baiknya kita selalu memperhatikan setiap makanan yang kita konsumsi. Mungkin sudah seringkali kita mendengar nasihat dan  larangan orang tua kita untuk tidak mengkonsumsi ini dan itu karena tidak baik untuk kesehatan. Nah, apakah semua pendapat dan larangan mereka itu benar? Hati-hati, bloggers, banyak pula mitos-mitos yang tidak benar seputar makanan. Oleh karena itu, cari tahulah apa yang menjadi fakta dan kebenarannya.

Kami pun telah menemukan beberapa mitos yang seringkali disalah-artikan oleh orang-orang. Berikut pembahasannya:

1. Gula menyebabkan diabetes

Jika Anda diabetesi, Anda perlu memerhatikan asupan gula dan karbohidrat untuk menjaga kadar gula darah. Bila bukan diabetesi, asupan gula tak menyebabkan diabetes. Yang benar, diet tinggi kalori, termasuk banyak minum dan makan manis, kegemukan, dan tak pernah olahraga adalah faktor risiko utama penyebab penyakit diabetes tipe 2.

2. Semua lemak buruk

Kita semua butuh lemak karena lemak membantu penyerapan vitamin A, D, E, K, transmisi saraf, dan menjaga integritas membran sel. Namun, ketika dikonsumsi berlebihan, lemak menyebabkan peningkatan berat badan, penyakit jantung, dan kanker. Tentu tidak semua lemak buruk. Pilihlah lemak baik yang disebut lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda dalam pola makan sehari-lemak. Lemak tak jenuh ini terdapat pada ikan dan kacang-kacangan.

3. Gula cokelat lebih baik dibanding gula putih

Memang benar gula cokelat mengandung sejumlah mineral. Namun, mineral itu bisa terasa manfaatnya untuk tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah banyak sekali. Dalam konsumsi sehari-hari, perbedaan kandungan mineral itu tak terlalu signifikan.

4. Kulit telur cokelat lebih bergizi dibanding yang putih
Warna kulit telur dapat berwarna-warni, tetapi itu tak ada hubungannya dengan kualitas, rasa, dan kandungan nutrisinya.

5. Turunkan kolesterol dengan pantang seafood

Kuncinya adalah konsumsi dalam jumlah wajar karena seafood memang mengandung kolesterol. Kadar kolesterol dalam tubuh sebagian besar dipengaruhi oleh lemak jenuh dan trans fatty acid. Keduanya ini terdapat dalam daging merah dan makanan kemasan olahan. Trans fatty acid terdapat di snack kemasan, gorengan, atau margarin yang berisi minyak hydrogenated.

6. Hindari karbohidrat agar berat badan cepat turun

Pesan utama diet rendah karbohidrat adalah karbohidrat mempercepat produksi insulin yang ujung-ujungnya akan menambah berat badan. Namun, membatasi asupannya secara berlebihan bisa membuat tubuh kekurangan karbohidrat untuk kegiatan harian. Akibatnya, tubuh akan membakar cadangan karbohidrat untuk energi, dengan melepaskan air. Itulah sebabnya Anda kehilangan banyak air ketika diet rendah karbohidrat.

7. Hindari kacang-kacangan karena berlemak

Memang benar kacang-kacangan tinggi kalori. Asal tak berlebihan, kacang-kacangan baik untuk kesehatan karena mengandung lemak tak jenuh tunggal dan ganda.

8. Ibu hamil harus makan untuk dua orang

Kebutuhan energi setiap orang itu berbeda. Rekomendasi tambahan gizi untuk ibu hamil adalah 100 kilo kalori untuk trimester pertama dan 300 kilo kalori untuk trimester kedua. Contohnya, tambahan kudapan sebelum tidur untuk ibu hamil adalah buah, yoghurt, dan beberapa potong biskuit.

9. Tidak makan malam membantu menurunkan berat badan

Banyak orang berpikir, makan lebih sedikit berarti mempercepat penurunan berat badan. Mereka tidak tahu, ketika tak makan, tubuh berpikir kita sedang kelaparan dan karenanya memperlambat proses metabolisme. Kita pun cenderung makan banyak sesudah melewati waktu makan. Karena itu, jangan lewatkan waktu makan. Cara yang sehat adalah makan sering tetapi dalam porsi kecil agar gula darah terus seimbang.

10. Daging merah tidak baik untuk kesehatan

Memang benar daging merah meningkatkan risiko penyakit jantung karena kandungan lemak jenuhnya. Padahal, daging putih juga mengandung lemak jenuh. Seporsi daging sapi sirloin atau babi tenderloin mengandung lemak jenuh lebih sedikit daripada paha ayam dengan kulit. Jangan makan daging ayam dengan kulitnya. Pilih daging sapi tanpa lemak agar tidak menambah kandungan lemak jenuh dalam tubuh.

11. Wortel Tingkatkan Penglihatan: SALAH!

Wortel memang sumber terbaik dari vitamin A yang penting untuk kesehatan penglihatan, mencerahkan kulit, dan mencegah infeksi. Namun, jika penglihatan Anda memang sudah memburuk, makan wortel sebanyak mungkin tidak akan membuatnya membaik. Orang yang kekurangan vitamin A mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk rabun senja. Sehingga dengan makan wortel, sama halnya dengan telur, susu, dan hati, hanya menjadi jalan untuk mencegah vitamin A berkurang dan tetap mempertahankan daya lihat yang Anda miliki.
12. Susu Hangat Buat Ngantuk: BENAR!

Susu hangat dapat membantu Anda mudah ngantuk karena mengandung asam amino tryptophan yang membuat tubuh gampang tertidur. Semua makanan berbahan dasar susu (termasuk ayam kalkun) merupakan sumber tryptophan yang baik. Jadi, hentikan menghitung domba, bukalah kulkas Anda dan nikmati semangkuk es krim atau yogurt rendah lemak.\

13. Permen Karet Butuh Waktu 7 tahun Lewati Sistem Pencernaan: SALAH!

Mitos ini merebak saat musim sekolah tiba, tapi sama sekali tidak ada fakta yang membuktikan. Jika Anda tidak sengaja menelan permen karet, memang tidak akan segera tercerna. Namun, permen karet seperti serat, membutuhkan waktu yang lebih lama bagi tubuh untuk mencernanya tapi tidak akan sampai tujuh tahun.

14. Kopi Dapat Percepat Pertumbuhan Badan: SALAH!

Tidak ada bukti yang menyebutkan kopi dapat mempercepat pertumbuhan badan pada anak kecil. Tapi, kafein yang terkandung di dalamnya justru tidak baik untuk kesehatan si anak. Kafein akan membuat sulit tidur, menyebabkan dehidrasi, dan membuat si kecil lebih hiperaktif.
15. Daun Seledri Miliki Kalori Negatif: SALAH!

Jika memang ada makanan dengan kalori negatif, daun seledri hanya memberikan enam hingga 10 kalori per porsi. Tapi mitos yang menyebutkan dengan mengunyahnya, maka kalori dalam makanan yang sebelumnya ditelan akan lebih banyak terbakar, itu salah besar. Namun, pilihan mengunyah seledri lebih baik daripada mengunyah makanan ringan seperti keripik kentang.

16. Menghentikan Makan pada Jam 7 Malam Lebih Sehat: SALAH!

Tidak menelan makanan setelah waktu tersebut memang ide yang benar. Menjadwalkan makan terakhir beberapa jam sebelum tidur memang tepat. Namun, waktu menghentikan makan haruslah sesuai dengan jadwalAnda. Tidak makan setelah pukul 4 sore, sebagai contoh, tidak akan mambantu jika Anda baru berangkat tidur pukul 01.00 dini hari.

17. Makanan Mengandung Susu Cegah Kehilangan Berat Badan: BENAR!

Sudah banyak penelitian yang membuktikannya. Mengapa? Karena kalsium. Senyawa ini mengikat lemak dan mengurangi absorbsinya dalam usus.Makanan mengandung susu juga membuat Anda terasa “penuh”. Disarankan untuk mengemil selapis keju atau yogurt rendah lemak dan sepotong buah untuk tetap menjaga Anda “penuh”. Sehingga, ketika menyantap hidangan selanjutnya, tidak akan berlebihan.

18. Makan Telur Berlebihan Akan Tingkatkan Kadar Kolesterol: SALAH!

Telur adalah sumber protein terbaik. Bahkan, ketika Anda mempunyai kadar kolesterol yang tinggi, makan sebuah telur setiap hari tidak akan jadi masalah. Telur bukanlah kolesterol, namun lemak jenuh dalam kuning telur. Yang tidak menyehatkan adalah bagaimana mengolahnya. Jika Anda menggorengnya dalam dua sendok margarin, atau Anda menyantap telur dengan daging babi dan gorengan, itu tidak akan baik untuk kesehatan.

~~Sumber: Kaskus, The Largest Indonesian Community